Cerita Burung Membawa Rindu di Pulau Tidung

79

 Photo : Agnes Pupud

Di SDN 03 Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, namaku terpampang di kertas putih, bersama relawan KIJP lain. Semua nama-nama baru, hampir tidak aku kenal. Kecuali Dinda Kanya Dewi, namanya tak asing, wajahnya sering berseliweran di sinetron Cinta Fitri.

Tapi, entah siapa yang nama lain yang juga terpampang di kertas itu, Abros, Dea, Agam, Marissa, Dinda, Syifa dan Lea, Agnes Puput dan Aditsky. Dengan sia-sia, kucari-cari nama relawan yang aku kenal dan pernah mengajar di Pulau Tidung. Tak ada satu pun. Sial! Aku sendiri yang ditempatkan di SDN 03 Pulau Tidung. Walau sebetulnya akan ada Iffa, yang dulu juga pernah mengajar di SDN 02 Pulau Tidung. Cuma sayangnya Iffa batal berangkat ke Pulau Tidung. Lengkap sudah, kesialan ini, pikirku.

Hanya ingatan yang bergulir. Ketika setahun lalu mengajar di SDN 03. Kali

11236473_903830943036248_8762446619332090598_o Photo : Agnes Pupud

pertama mengajar anak pulau. Pikiran seperti mengikuti gelembung-gelembung balon dari sabun yang aku sempat mainkan bersama anak-anak pulau. Serta flashmob dengan lagu Terhebat dari Coboy Junior. Rasa kangen yang tersembunyi menjalar di hati yang agak dongkol itu.

“Bu, kapan ke pulau lagi?” Itu pula yang teringat. Saat, April lalu, ada yang mengirim pesan singkat ke telepon selulerku. “Kamu siapa? Iya doakan, Ibu kembali ke Pulau, ya? Kamu dari Pulau Harapan?” tanyaku, karena belum lama selesai kegiatan KIJP di Pulau Harapan.

“Bukan Bu, saya anak SD Tidung 3, kelas IV, terima kasih bu, ditunggu…” Jawabnya singkat, tanpa menyebutkan nama, dan aku pun lupa bertanya.

***

Continue reading “Cerita Burung Membawa Rindu di Pulau Tidung”