Jajanan Enak di Pontianak

10941852_10153021466927236_2544450188231528531_n
Kepiting Asap Pondok Kakap

Pontianak, walau panas, buat saya bikin kangen, makannya serba enak. Makanan favorit adalah kepiting asap yang dijual di Pondok Kakap. Kepiting asap ini bumbunya mirip bumbu rendang, terasa aroma kemiri, dengan bumbu kental. Bisa dibawa untuk oleh-oleh, satu bungkus kepiting asap Rp. 145.000,-. Restoran Pondok Kakap ini berada di Jalan Ismail Marzuki No. 33A, Pontianak Selatan. Tak pernah bosan makan di Pondok Kakap ini, selalu menggugah selera makan. Apalagi ditambah tumis daun pakis bumbu terasi.

10930528_10153021833037236_3848731400771594856_n
Kepiting Lada Hitam – Abang Kepiting

Selain Pondok Kakap, saya pernah makan kepiting lada hitam di rumah makan Abang Kepiting. Makan disini relatif lebih murah dari Pondok Kakap. Selain kepiting lada hitam, ada ikan bakar yang tak kalah lezat, juga cumi. Abang Kepiting ada di Jl. Hijas, Pontianak Sel., Kota Pontianak. Di sini bisa memilih sendiri ikan apa yang menjadi pilihan dan sesuai selera. Abang kepiting ini tempat makan terbuka, dan bisa memilih duduk lesehan juga.

Selain makan kepiting, sempat makan bubus pedas. Isinya, ada kacang, dan taburan teri asin dan sayuran. Bubur ini enak untuk sarapan. Beli bubur pedas semangkuk bisa dimakan berdua, tentu jika masih ingin mencicipi jajanan Pontianak lainnya.

10401985_10153025374117236_4999533309310691400_n
Bubur Pedas

Setelah makan bubur pedas, kami mampir membeli Chai Kwe Siam. Melihat Chai Kwe Siam teringat makanan serupa saat di Nepal, yaitu Momo. Isinya, ada sayuran, bengkunga, kacang ijo. Chai Kwe Siam ini bisa digoreng atau kukus. Saya memilih makan yang kukus, lebih terasa dimulut, tanpa minyak.

Makan Chai Kwe ini dikucuri dengan sambal yang asam, atau serupa minyak ada taburan wijen. Bisa dibawa pulang Chai Kwe kalau memang belum puas. Saya sempat membawa 40 buah ke Bogor.

10947256_10153025150987236_1259145313589351814_n
Chai Kwe Siam

Selama tiga hari di Pontianak, sempat makan di warung mietiaw Apollo. Mietiaw Apollo ini terkenal enak. Serupa kwetiaw kalau di Bogor. Makan mietiaw berisi daging sapi ini pake perasaan jeruk, jadi pedas dan asam bercampur lezat di lidah.Mietiaw ini porsinya cukup besar, jika perut tak mampu menampung, sebaiknya makan berdua. Mietiaw Apollo ada di  Jl. Patimura No.63, Kota Pontianak.

10941824_10153017459447236_1470566500360801919_n
Mietiaw Apollo

Tak lupa mampir ke Kopi Aming. Warung kopi ini penuh dengan laki-laki dengan kepulan asap rokok. Sampai kami harus menunggu untuk mendapat meja. Segelelas kopi susu di kedai ini hanya 8000 ribu rupiah saja. Warung ini juga menjual kopi giling dan biji.

Nah! jika ke Pontianak, wajin makan dan mencicipi makanan diatas. Panas menyengat di siang hari, terobati makan enak, puas rasanya.

Advertisements

Liburan dan Kerja di Prana Dewi, Tabanan

Prana Dewi, di Desa Wongaya Gede, Tabanan sangat menyejukan jiwa. Begitu memasuki Desa Wongaya Gede, sepi, tatanan rumah yang teratur, jalanan aspal mulus. Tak jauh dari Desa Wongaya Gede, tepatnya menuju Pura Luhur Batukaru, sebelah kiri, itulah Prana Dewi, cocok untuk beristirahat, atau berkontemplasi, kata temanku.

Rumah-rumah di Prana Dewi demikain artistik arsitekturnya. Mulai dari tiang-taiang penyangga rumah hingga lantai, jendela, pintu juga atap kamar mandi yang dibiarkan terbuka. Tak heran, jika terang bulan, bisa dinikmati di dalam kamar mandi.

Setiap kamar berbeda susunan tempat tidurnya. Ada yang paling besar, tepat di sebelah restauran. Terdir dari dua lantai. Ada juga yang berisi dua  tempat  tidur dan kamar mandi.  Semua dari kayu baik tempat tidur dan kursinya.

Selama di Prana Dewi, kita jauh dari dunia hiburan. Tidak ada radio dan televisi. Sinyal hanphone pun kadang terputus, dan internet lama sekali. Hiburan yang bisa dinikmati selama menginap di Prana Dewi yang suara jangkrik  dan tonggeret yang akan bernyanyi begitu menjelang sore. Tak berhenti sampai malam. Apalagi saat padi di sawah menguning, sempurna sudah pemandangan di Prana Dewi. Begitu matahari pagi bersinar, padi di depan cottage berkilau kena siraman matahari.

Makanan di Prana Dewi, sehat. Sayurannya organik, dan ditanam di sekitar cottage.  Bumbunya juga tidak mengandung MSG. Menunya bervariasi, mau makan sereal dan salad saat sarapan, tersedia. Mau sarapan nasi goreng, mie goreng plus telor mata sapi tersedia juga.  Tak kan pernah lupa, sambal irisan honjenya… enak!

Udara di Prana Dewi dingin, karena dekat dengan Gunung Batu Karu. Setelah tiga kali ke Prana Dewi selalu turun hujan, jadi harus menyiapkan  jaket.  Tak usah takut, kalau mandi, ada air panas.

Bosen di kamar saja, bisa turun ke sungai di dekat cottage. Airnya  jernih! Bisa mandi dan bermain bersama anak-anak.  Tapi kalau airnya deras, tidak diijinkan untuk turun. Selama di Prana Dewi, kami juga yoga bersama dengan Fransisca, istri dari Pak Dehan, pemilik Prana Dewi.  Gerakan yoganya betul-betul menghilangkan penat di badan. Bagi yang suka berenang, selepas yoga, dilanjutkan berenang di dekat wantilan.

Tempat yang bisa dikunjungi di dekat Prana Dewi, dan bisa dilakukan sambil jalan kaki, kurang dari 30 menit, bisa ke Pura Luhur Batukaru. Dan seringkali Pura ini jadi tempat  upacara besar, sehingga terlihat banyak mobil berseliweran ke sana.

Ada juga Taman Kupu-Kupu Tabanan.  Harus keluar dari Desa Wongaya Gede, ada di jalan utama menuju Wongaya Gede. Koleksinya lumayan banyak. Ada kupu-kupu kecil, sebesar anggrek berwarna pink.

Selain mengunjungi Pura Luhur Batu Karu, juga bisa naik sepeda ke arah Jati Luwih, melihat tera sering sawah. Apalagi kalau padinya sedang menguning, bagus!

Nah! Liburan ini, jika main ke Bali, jangan lupa mampir ke daerah Wongaya Gede,  bisa mampir ke Pura Luhur Baturkaru, Taman Kupu-Kupu Tabanan.