90 Days Smoothie Challenge

image1Ceritanya, di tahun 2016 lalu ada challenge selama 90 hari untuk membuat dan minum smoothie, itu loh campuran buah dan sayuran diblender.  Ada Cindy, Ina, Pita dan Yuni. Berlima setiap hari posting minuman yang kami buat. Cindy dan Yuni memang sedang pemulihan setelah kemoterapi. Berdua haru menaikan lekosit. Saya sendiri sebelum ada challenge memang suka membuat smoothie.

Setiap hari melakukan eksperimen campuran minuman enak ini. Mulai dari beet,buah naga campur nenas. Sampai pokcoy campur mangga atau nenas pun dihajar. Bahkan lobak pakai nenas juga dicoba, karena bagus untuk penderita asam urat. Pita lebih gokil, dia bisa mencampur dengan oatmeal. Dan aku muali berani campur granola, chiaseed dan dry fig.

image2.jpgLantas apa yang dirasakan setelah 90 hari lulus menerima tantangan? Rambut yang biasa tiap disisir rontok banyak, sekarang berkurang. Kulit lebih lembab dan jarang terkena flu. Sampai waktu di India saya bela-belain nyari yang jualan smoothie, dan di India setiap cafe selalu ada smoothie. Bahkan yang jualan di pinggir jalan pun tak kalah enak, campuran delima, nenas dan jeruk, yuuummm!

Dan, kami pun kehilangan Yuni, tak tuntas smoothie challenge hingga 90 hari. Yuni meninggal saat akan menjalani kemoterapi kedua untuk kanker kelenjar getah bening.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s