Cita-Cita Aku Guru Ngaji

Mengisi formulir kelas inpirasi ketiga kali di tahun 2015. Kali ini Serang, dan berhasil lolos 12115933_10153660854087236_6530384139551658_nditerima jadi relawan pengajar. Sempat bingung, mau menginap atau berangkat subuh dari Bogor. Bersama suami, yang juga diterima menjadi fotografer dan seorang teman dari Bogor, sepakat berangkat subuh. Perjalanan dari Bogor ke Serang hanya dua jam, melewati jalan tol.

Serang pertama kali mengadakan kelas inspirasi.Berangkat jam 4.15 menit, sebelum subuh dari Bogor. Sebagian relawan KI Serang berkumpul di depan Museum Nasional Provinsi Banten bekas Pendopo Gubernur Banten. Ada Winda, fotografer kelompok yang rumahnya dekat alun-alun mengajakku sama-sama berangkat menuju SD Pabuaran.

Di pinggir jalan berdebu karena kemarau, Winda sudah menunggu dengan sedan berwarna hitam. Perempuan berkerudung abu-abu, berbaju merah ini masih kuliah di Universitas Padjajaran-Bandung. Dia menjadi fotografer di SD Pabuaran. Kami tak sempat bertemu saat briefing, karena saya berhalangan hadir. Winda baru pertama kali mengikut kelas inpirasi.

Menuju SD Pabuaran- Petir, jalanan di Serang berdebu tapi cukup lengang. Menyusuri jalanan yang masih bagus, tidak macet, dari alun-alun ke SD Pabuaran ditempuh sekitar 40 menit menggunakan mobil pribadi. Kami sempat bablas keluar dari petunjuk arah, sehingga harus putar balik menuju SD Pabuaran, yang tidak terlihat dari jalan raya, ngumput dibalik rumah penduduk.

SD Negeri Pabuaran ini masuk gang dan jalan tanah berdebu. Mobil Winda parkir di 12088543_10153660845802236_2722454048797539780_nhalaman rumah penduduk, kami berjalan kaki menuju SD Inpres ini. Berpapasan dengan motor, debu mengepul ke udara. Tak jauh sudah kelihatan bangunan sekolah. Penjual jajanan sedang menggoreng bala-bala. Dari kejauhan, suara anak-anak SD Pabuaran sedang upacara bendera. Saya dan Winda datang sedikit terlambat di SD Pabuaran.

Kemarau menyisakan banyak debu di halaman SD Pabuaran, di lapangan tanah. Begitu selesai upacara, anak-anak berlari masuk kelas. Lupa membawa masker, akan terkesan asing diantara anak-anak jika mengguna masker.

Kami pun berkenalan, karena saya tidak ikut briefing, jadi baru pertama kali bertemua relawan SD Pabuaran, juga Wawan videographer yang cukup bawal di group whatsapp. Sempat memperhatikan dan mengingat nama teman-teman relawan dan fasilitator. Dari wajah mereka. Nampak masih belia usia. Berbeda saat mengikuti kelas inspirasi di kota lain, biasanya sudah cukup umur dan pengalaman dalam kelas inspirasi.

Dunia burung, itu jadi bahan cerita untuk anak-anak SD Pabuaran. Kali ini tidak hanya soal burung, juga tentang kedatangan rombongan burung-burung dari belahan bumi utara menuju selatan. Ya, saya bercerita soal migrasi. Tidak hanya burung yang melakukan migrasi saat musim dingin tiba. Juga ada kepiting, kupu-kupu, capung, kelelawar, dan hewan lain.

12079088_10153660845512236_6109801288525558552_nAnak-anak SD Pabuaran, Petir, bisa diajak belajar, dan aktif. Mereka berani bertanya, juga menjawab pertanyaan, berani. Saat ditanya cita-cita, ada yang ingin menjadi ustad dan guru ngaji, diluar dugaan. Mungkin lingkungan anak-anak ini cukup ketat soal belajar agama, mengaji dengan guru yang baik dan mereka kagumi. Diluar kebiasaan cita-cita anak-anak seumur mereka, yang selalu menyebutkan polisi, dokter, insinyur, tentara dan guru.

Di sela-sela istirahat, sempat mengajak ngobrol beberapa anak. Bahasa yang digunakan pun terdengar sedikit asing, selain sunda, mereka bercakap-cakap dalam bahasa campuran jawa.

Di SD Pabuaran anak-anak dua kali istirahat. Dua kali pula mereka menghabiskan uang jajan.

“ Berapa uang jajan kamu, kok jajan terus, “ rasa isengku muncul.

“ Sehari  10.000 ribu uang jajannya…..” jawab si anak, sambil nyengir.

Lumayan banyak uang jajanya, pikirku. Kalau Rp. 10.000,- x 22 hari, uang jajanya berarti Rp. 220.000,-. Terus, pekerjaan orangtua mereka apa?

Tak lama kepala sekolah SD Pabuaran, melintas didepanku. Dan kami sempat mengobrol. Sempat menyinggung soal jajan anak-anak disana. Menurut kepala sekolah, anak-anak SD Pabuaran uang jajannya memang banyak, sayangnya mereka tidak menabung di sekolah. Orangtua mereka hanya buruh, dan pedagang.

Kedatangan relawan kelas inspirasi Serang ke SD Pabuaran mendapat tanggapan baik 12112350_10153660845972236_8058812355967630207_ndari pihak sekolah. Diharapkan anak-anak bisa punya cita-cita yang tinggi. Kepala sekolah SD Pabuaran merasa perlu motivasi bagi anak-anak di sekolahnya.

Jujur saya tidak mengenal secara baik profesi relawan SD Pabuaran. Kecuali Hafdzi, dia seorang dokter, karena seragam yang dia gunakan saat mengajar. Sedangkan dengan nama panggilan Tuan Aldi mungkin seorang pembuat film, karena dia membawa peralatan video saat mengajar. Dan Lia, dia kerja di Sari Roti, ada Boyke, Nur, Tyas,  saya tidak hapal profesi  masing-masing. Fasiltator ada Happy, Dini dan Lilis, ada 4 orang, satu lagi tidak ingat namanya. Ini kelemahan, tidak datang briefing, dan berkenalan lebih detail di group diskusi.

12072793_10153660846737236_8252108184643838764_nSelalu, di kelas inpirasi yang jadi bahan diskusi panjang itu soal kemeriahan closing, supaya anak-anak bisa turut serta merasakan bahagia di akhir kelas inspirasi. Selain menuliskan cita-cita di origami kupu-kupu. Relawan SD Pabuaran bersama fasilitator, menembakkan confetti berwarna-warni terbang dan jatuh ke tanah. Agak kurang setuju, karena sampah confetti bertebaran, tak sempat dibersihkan.Saya hanya berdiri, di halaman sekolah, tidak ikut menembakkan semburan kertas warna-warni. Kadang jadi relawan, lupa mendidik diri sendiri, dan mengingatkan satu kelompok tentang mengurangi sampah.

Dan hingga hari ini, kami belum menerima photo-photo di Hari Inspirasi, karena sang fotografer, Winda kehilangan SD card, yang terselip entah dimana. Teringat saat refleksi, relawan kelompok lain, sempat menyampaikan bahwa menggunakan smartphone untuk mengajak anak-anak sekolah photo itu, seperti mengeksploitasi mereka. Sebagai orang dewasa, seharusnya tidak photo-photo, selain fotografer. Kalau mengingat kata-kata itu, saya bersyukur, karena sempat merekan kegiatan di SD Pabuaran dengan smartphone,bukan untuk eksploitasi.

2 thoughts on “Cita-Cita Aku Guru Ngaji

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s