Bu, Burung Gereja itu Haram?

12003001_10153604429247236_7076010194907235651_n
Photo By: Airlangga KI Garut

Garut, identik dengan dodol garut  picnic, burayot, dorokdok dan jaket kulit. Memberanikan diri, daftar Kelas Inspirasi Garut. Pertemuan pertama dengan relawan di Gedung PGRI, membawaku pada kelompok SD Mekarwangi 3. Bertatap dengan wajah baru, mengenal satu persatu nama-nama relawan. Ada Upi,Telly, Siti, Yance, Daniel, Robby, Lukman, Noni,Zul, Uton, Angga. Sebagian relawan SD Mekarwangi 3 tidak hadir ikut briefing.

Menyatukan isi kepala, diskusi melalui whatsapp. Ada yang baru pertama kali ikut kelas inspirasi, ada rasa takut, gamang, mengajar anak-anak SD. Bertukar cerita dan ide bagaimana mengajar di kelas. Paling penting, siapkan mental saat mengajar. Jangan sampai mengibarkan bendera putih, sebelum tugas mengajar selesai.

Kesepakatan menobatkan Upi menjadi ketua kelompok, sebagai penduduk asli Garut. yang paham seluk beluk kota Garut. Penting, karena menyangkut perut, jika ingin wisata kuliner.

Singkat cerita, semua relawan diskusi ngalor ngidul menuangkan ide, tiba-tiba teringat, kalau Upih ketua kelompok tidak pernah muncul, beberapa hari. Si akang satu ini sibuk jadi pembawa acara di fashion show Bandung. Seperti anak ayam kehilangan induk.

Berbagi tugas di dalam sebuah kelompok adalah hal yang wajar. Mendekati hari H, semua sibuk. Untuk menuliskan cita-cita, kami sepakat membuat origami berbagi bentuk, seperti kupu-kupu dan burung. Siti dan Daniel bersedia membuatnya. Furqon, fotografer dari Bandung ini mau membawa jerami. Sedangkan Telly, orang Tasikmalaya, bersedia membawa karton.

Selalu ada kerusuhan positif saat menyiapkan hari inspirasi. Robby pun membantu saya merapihkan jadwal mengajar untuk relawan. Bekerja sama adalah ini dari pembagian kelompok. Beruntung, kelompok 3 di SD Mekarawangi ini ringan tangan dan riang gembira menerima pembagian tugas.

Senin, 24 Agustus 2015. Hari inspirasi tiba, beberapa relawan ada yang mundur, bahkan 11796256_10153604414427236_7227654329134558963_nsubuh sebelum jatuh tempo, satu orang sakit. Sebagian relawan menginap di rumah Upih. Pemuda berwajah bulat, berkulit putih ini bersedia menampung kami.

Bapak sama ibunya Upi merelakan rumah mereka lebih ramai malam itu. Karena hingga tengah malam kami sibuk berlatih menari untuk penutupan. Yance dan Upi memperagakan tarian untuk penutupan, gerakan mirip pencak silat dan jaipongan. Malam itu, sempat kaget, ada yang menyapaku, relawan yang baru datang.

“Mba Irma, ini yang ikut KIJP kan? tanya cowok berhidung mancung, berkaos hitam.

“Iya, kok kamu tahu sih, emang ikut KIJP juga ya Didi? balik bertanya ke Didi.

“Saya Didi, ikut KIJP sama-sama mba, di Pulau Harapan Kelapa, saya mengajar di SD Kelapa 01,” jawab Didi. Tuhan! malu betul, sampai lupa teman satu kapal, sama-sama di KIJP, bahkan satu penginapan.

Dingin, air mandi di Garut. Rasanya malas mengguyur badan. SD Mekarwangi berada di antara pohon bambu, dengan lapangan tanah liat. Membayangkan jika hari hujan, tentunya akan becek. Ada Dyah dan Avi yang baru saya kenal, dari Bandung.

Bercerita soal burung sebagai binatang liar yang paling dekat dengan manusia kepada anak-anak selalu mendapat tanggapan berbeda-beda. Mereka antusias menyebutkan satu-persatu nama burung. Begitu menyebutkan nama burung gereja, ada anak yang nyeletuk,

“Bu, burung gereja haram….kan gereja tuh,” anak laki-laki yang bilang

“Haram, kenapa? Sebaiknya burung-burung kecil tidak dimakan. Biarkan mereka hidup di alam bebas. Kalau mau makan ayam, bebek saja. Burung gereja gak enak dagingnya, jadi bukan haram ya…,” berusaha menetralkan. Seperti ada doktrin agama yang kuat, soal halal dan haram dalam benak anak-anak di sana.

11924362_10153604292557236_6220813833553796414_o
Photo : Noni Adzra KI Garut

Berganti mengajar di kelas V, saat menjelaskan burung disekitar kita, ada anak berteriak,

“Bu, ada burung di belakang sekolah…” celetuknya.

“Dimana? Mau lihat pake teropong? Kita lihat keluar saja yuk….” Ajakku.

“Mau bu…mau…..mau…” tanpa diulang ajakannya, langsung keluar kelas.

Ternyata, burung dibelakang sekolah itu, sebuah kandang burung yang menggantung diantara pohon-pohon. Secara bergantian, anak-anak menggunakan teropong, mengamati dan memperhatikan warna burung tersebut. Setelah diamati, coba dilihat buku panduan burung, ternyata burung dalam sangkar itu, Jalak suren.

Saat istirahat, menyempatkan diri mengobrol, bertegur sapa dengan anak-anak SD Mekarwangi 3. Saya menghampiri tiga anak perempuan, berkerudung, memegang gelas plastik. Tiba-tiba salah seorang anak menawari makananya.

11174555_10153604288722236_4524618184085428738_o
Photo : Noni Adzra KI Garut

“Bu mau gak mitul, “ sambil menyodorkan gelasnya

“ Apa itu mitul, enak gak?

“Ini bu mi tulang, mi sama tulang…enak.” Jawab si anak. Oh ada jajanan baru di Garut, mi dalam gelas dikasih tulang ayam, yang sedikit sekali dagingnya alias mitul.

Puas bercengkrama dengan anak-anak SD Mekarwangi Garut. Mendorong mereka untuk terus bermimpi, banyak baca buku-buku, karena belajar itu tidak harus dari pelajaran sekolah. Anak-anak SD Mekarwangi, sesejuk udara Garut di pagi hari, tidak ada ulah mereka yang membuat senewen. Khidmat mengikuti rangkaian hari inspirasi. Walaupun sekolahnya sederhana, berdebu karena kemarau, bahkan ada atapnya yang bolong-bolong, mereka anak-anak berani dan cerdas. Halus budi bahasa, saat bertegur sapa.

Guru-guru disana berharap pertemuan dengan relawan terus berlanjut. Permintaan itu jadi 11224061_10153604424342236_7404034739151109982_npekerjaan rumah bagi panitia KI Garut, saat refleksi sempat disampaikan. Bahkan KI Garut berhasil melahiran deklarasi KI Garut, yang diambil dari sekelumit cerita para relawan dan temuan-temuan di sekolah.

Garut Swiss van Java, udaranya memang selalu dingin, saat siang panas, terasa kering di kulit. Menyisakan banyak cerita. Selain dodol, juga ada bakso aci yang menghangatkan perut sebelum pulang ke Jakarta.

2 thoughts on “Bu, Burung Gereja itu Haram?

  1. “Bu, burung gereja haram….kan gereja tuh,” anak laki-laki yang bilang, hihihihi mbak irm ini lucu :)) tapi anak2x emang polos ya😀

    Keren mbak cerita2xnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s