Bisul Pecah, Pasca Reuni Akbar 2013

Mengisi cangkir berisi teh cammomile madu dengan air panas, membawa kenangan dua1468570_10202721367584387_1180930412_n bulan lalu, saat sms masuk ke Nokia butut. “Ry jadi panitia reuni akbar ya,” dikirimkan Saeful Bahri. Balasanku, gak mau! kamu ajah, cape!  Dibalas lagi smsku, udah ory ajah. Blas! sms tak digubris.

Dan aku pun terseret ke dalam kepanitia reuni akbar SMA Negeri Leuwiliang Bogor, tempat belajar, tempat latihan pramuka, latihan paskibra, dan ketemu pacar. Mmmmh! rapat pertama, kedua tak pernah hadir. Mencoba menghindar, tak mau sibuk, mau jadi tamu, duduk, ngobrol sama temen-temen lama. Dan nama ku muncul di laman facebook sebagai seksi acara. Hadooooh! jadilah tiap hari minggu rapat ikut menyiapkan reuni akbar SMA Negeri 1 Leuwiliang.  Satu persatu mengurai benang kusut dikepala.  Apa tujuan dari reuni akbar?  Banyak ide berkecamuk di otakku. Ah sudahlah, sebaiknya menjadi pendengar dari teman-teman yang hadir menjadi panitia. Jika diperlukan ide, baru nyamber. Itu niatnya.

Tidak mudah belajar menjadi pendengar, semua menuangkan ide. Bahkan soal penarikan iuran reuni pun menjadi polemik, sampai diputuskan setiap angkatan minimum menyumbang  2 juta rupiah. Dari 2 juta rupiah itu akan dibayarkan sewa tenda, bayar makanan, sound sytem dll. Kira-kira butuh dana 50 juta rupiah.


Sudah selesai? Belum… pertanyaan seputar iuran masih terus bergulir ke panitia. Ada yang dikoodinir oleh masing-masing koordinator, juga yang setor langsung ke rekening panitia secara perorangan.  Bahkan  petugas penagihan door to door dan pengiriman proposal. Semua cara ditempuh.

2013-12-15 12.49.03Jujur, diantara panitia pun masih banyak kekurangan dalam menyelesaikan pekerjaan. Memang tidak semua biasa menjadi seorang pengatur acara atau event organizer. Semua tidak terjadi secara instan, butuh diasah kemampuan tiap orang dalam mengatur acara. Hingga malam menjelang reuni pun beberapa orang panitia masih kebat-kebit memastikan panggung tidak roboh, tenda tidak bocor atau jebol akibat hujan di hari sabtu sejak siang. Bahkan menunggu sound system yang baru datang  pada minggu dini hari. Sebuah pengorbanan, karena waktu tidur berkurang, sementara minggu 15 desember harus sudah nangkring mengurus reuni akbar, hajatan besar di SMANELL, begitu sebutan keren nya.

Jam  tujuh  pagi tiba di SMANELL, baru ada ketua panitia, Endang Saefullah dan Gtet teman sekalasku dulu di kelas 2. Rambutku pun masih basah, gak ada hair dryer, jadi ku kipas-kipas sambil ngorbol dan cek persiapan.  Daftar hadir belum ada,  Lukman belum datang. Dia bertugas menyiapkan absen.  Sambil menunggu Lukman, ku coret-coret buku, menulis beberapa kalimat untuk  pembukaan, takut salah bicara, karena didaulat jadi pembawa acara.  Pikiran terus berputar, kira-kira berapa ratus orang yang hadir?

Tepat jam sembilan pagi acara dibuka, sesuai daftar satu persatu acara dilalui lumayan tepat waktu. Sesekali mataku melirik ke arah pintu kedatangan. Gila! Menjalang jam 11 siang, semakin banyak alumni yang hadir. Padahal di daftar konfirmasi ke Lukman kira-kira 700 orang yang konfirmasi lewat sms dan facebook.

Ups! Bangku tidak mencukupi,  banyak berdiri di tenda makana. Makanan?  Duh teringat 2013-12-15 11.57.42mie ayam, bakso, doclang, mie golodor, es cendol, siomay.  Lapar! Disela-sela membawakan acara pun  daftar alumni yang ingin tampil dan eksis di panggung bertambah.

Heey! Kenapa jadi membludak daftar acara. Perust mules, kepala mulai rada pusing. Tarik napas 3 kali, hasil yoga mujarab, bibir dan mulut masih bisa nyengir.  Nyengir  lihat yang melambaikan tangan, sun jauh.  Lari ke barisan bangku 89, ketemu temen-temen satu angkatan, alumni 89. Cipika-cipiki, salaman. Ngobrol sebentar.

Damn! Balik lagi jadi pembawa acara. Tekanan suara perlu ditambah. Tambah pula tamu-tamu yang datang. Ada yang sejak lulus baru ketemu lagi. Sayang tidak bisa ngobrol lama. Kangen!

Terus, dan terus sepanjang acara bolak balik salaman, curi-curi waktu. Mata pun melirik ke alumni 89, asyik ngobrol, photo-photo. Pengen teriak, “tungguuuuuuuu! Aku pengen ada diantara kalian, jangan tinggalin dooooong!” warna merah dari 89 menyorot mata dari kejauhan.

Tarik napas lagi, mencobang mengajak seluruh alumni memberikan perhatian saat guru, kepala sekolah dan juga alumni bicara di panggung. Rupanya semua alumni asyik masyuk dengan teman-teman semasa sekolah dulu. Tak apa!  Memang reuni untuk pertemuan kembali.

2013-12-15 16.49.31Ketemu kakak kelas, salaman, ngobrol sebentar. Ketemu adik kelas, mereka bingung kenapa tampangku tidak berubah, masih kaya dulu. Halaaaah! Kuno dong mukaku. Tak apa, positif saja. Senyum, sedih karena tak bisa ngobrol lama sama 89.

Akhirnya, menjelang jam  dua siang, perut lapar. Alumni 89 pun makan siang di luar, ditraktir Awang Firdaus. Anak satu ini memang senangnya traktir temen-temen, gak cuma saat reuni saja. Awang tuh unik, senengnya kumpul sama teman-teman SMA. Menurut Awang,  salah satu cara menikmati kesuksesan hanya dengan teman SMA.

Hingga jam empat  sore,  pamit pulang, acara pun berakhir. Ya, ada semburat merah di 993515_10202721365104325_1233030440_notakku, reuni akbar sukses. Sukses mengundanga banyak alumni hadir ke SMANELL, dengan satu tujuan, berbagi. Berbagi rejeki di langkah pertama, membangun masjid sekolah, yang dulu hanya musholla kecil.

Rasanya bisul pun pecah. Walau selama perjalanan, dirunut kembali acara banyak yang tak sesuai, banyak yang terlewat, ada yang tak sempat tampil. Merasa gagal jadi pembawa acara, karena egois. Ah! Aku cinta kalian panitia reuni akbar, kalian kerja keras, masih banyak kekurangan, tapi berhasil membuat hajatan akbar ini berkesan dihati setiap orang. Baik kesan positif atau pun negatif. Sukses! cuma makan kue ali, 2 pisang rebus, dan air es campur. Tetep cinta kalian…..Reuni Akbar mendatang, berdo’a banyak donatur supaya bisa sewa Event Organizer.

Pulang masih bisa senyum, karena bisul sudah pecah tanpa meninggalkan noda di rok ataupun baju.  Kalaupun bekas bisul jadi infeksi karena terlalu sering digaruk, lebih baik diamkan, jadi bisul pun sembuh, kulit mulus.  Pasca reuni akbar tak mau menyisakan luka, buat diri sendiri, juga orang lain. I LOVE YOU!

2 thoughts on “Bisul Pecah, Pasca Reuni Akbar 2013

  1. teh irma… ke depan..memang sih..enakan pake EO.. jadi ga pusing lagi.. tinggal tunjuk sana tunjuk sini.. pas acara dimulai, bisa duduk manis dan exist tampil ke depan…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s