Populasi Harimau Sumatra Berpacu dengan Penyusutan Hutan dan Perburuan

Bicara hutan Sumatra, tak lepas dari beberapa jenis satwa yang menjadi maskot. Ada gajah, badak dan harimau. Ketiga jenis kunci tersebut mulai terancam punah, baik habitat maupun jumlah populasinya di alam.

Pada OKS Juli 2011 lalu, Hariyo T. Wibosono yang lebih dikenal dengan panggilan Beebach, berbagi pengalamannya dalam memantau populasi Harimau Sumatra sejak 1998. Sehari-hari, Beebach bekerja di WildLife Conservation Society sebagai Koordinator Harimau Sumatra. Untuk memperluas dukungan masyarakat, Beebach menginisiasi pembentukan Forum HarimauKita di tahun 2008, dan sudah dua periode terpilih sebagai ketua. Misi Forum HarimauKita salah satunya adalah menjadi pusat informasi/pengetahuan agar para konservasionis muda memiliki akses yang sama terhadap informasi yang akurat mengenai konservasi harimau. Keanggotaannya bersifat perorangan.

“Saat ini, banyak informasi yang menyesatkan dari para ahli. Pendapat para ahli tersebut bisa berbahaya pada kondisi tertentu. Contoh, dalam menyebutkan habitat harimau, karena harimau tidak bisa di teropong seperti raptor, harus dicari jejak. Seringkali salah identifikasi karena banyak jejak yang ditemukan,” Beebach membuka presentasinya di CICO.

Sementara yang dimaksud habitat bagi harimau adalah lokasi yang berpotensi untuk tempat tinggal si harimau. Saat ini diperkirakan tinggal 7% luasan habitat harimau yang tersisa di dunia, sekitar 40% luasan hilang selama 10 tahun terakhir.

Mengapa harimau menjadi penting?

“Berdasarkan jenis, hanya ada satu jenis harimau di dunia, terdiri atas 8 anak jenis harimau, walaupun sekitar 5-6 tahun lalu, ada yang menelaah sesungguhnya ada 9 anak jenis harimau. Selain Panthera tigris sumatrae, di Indonesia dulu ada 2 anak jenis harimau lainnya. Jawa dan Bali. Harimau Bali (P.t. balica) dinyatakan punah tahun 1940-an, sedangkan Harimau Jawa (P.t. sondaica) punah di awal tahun 1980-an,” papar Beebach. Harimau Sumatra adalah sub jenis yang tersisa di Indonesia. Dengan kurang dari 500 individu tersisa di alam bebas. Dan terdapat di 27 (+2) lokasi yang terisolasi, dengan lanskap yang terfragmentasi. Harimau juga merupakan bagian dari kepercayaan tradisional dan simbol-simbol budaya.

Dari sisi konservasi harimau, statusnya cukup menarik perhatian. Termasuk jenis yang terancam kepunahan (IUCN), Appendix I (CITES), dan merupakan jenis yang dilindungi dan spesies prioritas menurut Departemen Kehutanan.

Pada tahun 1997 dilakukan kajian terhadap status habitat harimau di Sumatra di 27 lokasi. Tentunya berbanding lurus dengan populasi harimau di alam. Pada tahun 1978 diperkirakan populasi Harimau Sumatra sekitar 1.000 individu. Selang 10 tahun, di tahun 1987, masih sekitar 800 individu. Seiring berjalan waktu, jumlahnya semakin menurun. Tahun 1992, diperkirakan tinggal 400-500 individu. Di tahun 2007, saat menginisiasi action plan ke-2, tidak ada perubahan data yang signifikan. Diperkirakan masih ada 250-325 populasi Harimau Sumatra di alam di 8 lokasi dari 18 lokasi yang ada.

Sesungguhnya, ada berapa individu harimau di Sumatra? Berdasarkan estimasi tahun 1992/94 jumlahnya ada 400 (+100) individu, yang difokuskan pada 7 kawasan konservasi di Sumatra atau setara dengan 16% luasan habitat yang tersisa di tahun 1992. Dan hingga saat ini tidak ada perkiraan terbaru mengenai jumlah harimau di alam.

Tahun 2010, Forum HarimauKita, melakukan survei mengenai penyebaran harimau saat ini, dengan membuat kuesioner bagi para pekerja konservasi di lapangan. “Hasil evaluasi kuesioner tersebut, dari kajian 38 petak hutan yang tersedia, 5 petak tidak dievaluasi, harimau terdapat di 27 (+2) petak, dan sudah punah di 4 petak lainnya. Semua petak tersebut terfragmentasi dan terisolasi, sekitar 30% dari petak tersebut memiliki luasan < 1.000 km2.

Luas kawasan yang layak adalah 1.000 km2 yang bisa menampung 100 ekor harimau untuk keberlangsungan hidupnya. Dari kajian terbaru (Wibisono dkk., 2011 belum dipublikasi), saat ini minimum ada 475 harimau yang tersisa, dalam luasan 41% dari habitatnya yang tersisa di alam.

Bicara konservasi harimau, bicara tantangan terhadap kelangsungan hidupnya. Apa saja?

Harimau, hewan yang paling banyak diburu. Lebih kurang 4.000 kg tulang harimau secara ilegal di ekspor ke Korea Selatan antara tahun 1970-1993, atau sama dengan 300 ekor harimau. Di tahun 1998-2002, lebih dari 250 harimau dipindahkan dari habitatnya, secara paksa tentunya untuk berbagai keperluan.

Selain ancaman perburuan, juga konflik dengan manusia. Ini merupakan ancaman utama. Di tahun 1978-1999 ada 146 kasus. Dan 38 Harimau Sumatra dibunuh antara 1998-2002. Ada 40 penduduk yang dibunuh antara 2002-2004, dan lebih dari 50 kasus yang tercatat antara tahun 2005-2007.

Tantangan tidak langsung adalah, penyusutan hutan yang terus berjalan setiap menit, fragmentasi hutan sehingga memutuskan koridor dan mata rantai untuk mencari makan, serta perburuan satwa mangsa harimau yang terus terjadi. Ancaman lain adalah, kurangnya penyadartahuan, pertumbuhan penduduk yang tidak bisa dihindari, serta deforestasi dan fragmentasi yang tinggi tadi.

Untuk menangani berbagai kasus seperti ini, dibutuhkan kolaborasi dengan lembaga lain, guna menghasilkan kesimpulan yang menyeluruh. Karenanya disusun suatu strategi dan rancang tindak untuk pelestarian Harimau Sumatra 2007-2017, yang mencakup: pengamanan terhadap populasi harimau dan lansekapnya, meningkatkan kapasitas evaluasi, keterlibatan para pemangku kepentingan, komunikasi dan jejaring, serta memperbaiki konservasi ex-situ.

Tak banyak waktu yang tersisa, tapi partisipasi semua pihak bisa menyelamatkan si Rimeung ini. [irma dana & jeni shannaz]

Obrolan Kamis Sore, 21 Juli 2011
Nara sumber: Hariyo T. Wibisono – Chairman Forum HarimauKita
http://www.harimaukita.org

One thought on “Populasi Harimau Sumatra Berpacu dengan Penyusutan Hutan dan Perburuan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s