Liburan dan Kerja di Prana Dewi, Tabanan

Prana Dewi, di Desa Wongaya Gede, Tabanan sangat menyejukan jiwa. Begitu memasuki Desa Wongaya Gede, sepi, tatanan rumah yang teratur, jalanan aspal mulus. Tak jauh dari Desa Wongaya Gede, tepatnya menuju Pura Luhur Batukaru, sebelah kiri, itulah Prana Dewi, cocok untuk beristirahat, atau berkontemplasi, kata temanku.

Rumah-rumah di Prana Dewi demikain artistik arsitekturnya. Mulai dari tiang-taiang penyangga rumah hingga lantai, jendela, pintu juga atap kamar mandi yang dibiarkan terbuka. Tak heran, jika terang bulan, bisa dinikmati di dalam kamar mandi.

Setiap kamar berbeda susunan tempat tidurnya. Ada yang paling besar, tepat di sebelah restauran. Terdir dari dua lantai. Ada juga yang berisi dua  tempat  tidur dan kamar mandi.  Semua dari kayu baik tempat tidur dan kursinya.

Selama di Prana Dewi, kita jauh dari dunia hiburan. Tidak ada radio dan televisi. Sinyal hanphone pun kadang terputus, dan internet lama sekali. Hiburan yang bisa dinikmati selama menginap di Prana Dewi yang suara jangkrik  dan tonggeret yang akan bernyanyi begitu menjelang sore. Tak berhenti sampai malam. Apalagi saat padi di sawah menguning, sempurna sudah pemandangan di Prana Dewi. Begitu matahari pagi bersinar, padi di depan cottage berkilau kena siraman matahari.

Makanan di Prana Dewi, sehat. Sayurannya organik, dan ditanam di sekitar cottage.  Bumbunya juga tidak mengandung MSG. Menunya bervariasi, mau makan sereal dan salad saat sarapan, tersedia. Mau sarapan nasi goreng, mie goreng plus telor mata sapi tersedia juga.  Tak kan pernah lupa, sambal irisan honjenya… enak!

Udara di Prana Dewi dingin, karena dekat dengan Gunung Batu Karu. Setelah tiga kali ke Prana Dewi selalu turun hujan, jadi harus menyiapkan  jaket.  Tak usah takut, kalau mandi, ada air panas.

Bosen di kamar saja, bisa turun ke sungai di dekat cottage. Airnya  jernih! Bisa mandi dan bermain bersama anak-anak.  Tapi kalau airnya deras, tidak diijinkan untuk turun. Selama di Prana Dewi, kami juga yoga bersama dengan Fransisca, istri dari Pak Dehan, pemilik Prana Dewi.  Gerakan yoganya betul-betul menghilangkan penat di badan. Bagi yang suka berenang, selepas yoga, dilanjutkan berenang di dekat wantilan.

Tempat yang bisa dikunjungi di dekat Prana Dewi, dan bisa dilakukan sambil jalan kaki, kurang dari 30 menit, bisa ke Pura Luhur Batukaru. Dan seringkali Pura ini jadi tempat  upacara besar, sehingga terlihat banyak mobil berseliweran ke sana.

Ada juga Taman Kupu-Kupu Tabanan.  Harus keluar dari Desa Wongaya Gede, ada di jalan utama menuju Wongaya Gede. Koleksinya lumayan banyak. Ada kupu-kupu kecil, sebesar anggrek berwarna pink.

Selain mengunjungi Pura Luhur Batu Karu, juga bisa naik sepeda ke arah Jati Luwih, melihat tera sering sawah. Apalagi kalau padinya sedang menguning, bagus!

Nah! Liburan ini, jika main ke Bali, jangan lupa mampir ke daerah Wongaya Gede,  bisa mampir ke Pura Luhur Baturkaru, Taman Kupu-Kupu Tabanan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s