Kaliandra, Kearifan Budaya Jawa


Begitu menginjakkan kaki di Kaliandra, yang terletak di bawah kaki Gunung Arjuno, Prigen Pasuruan, sejuk menerpa otakku. Kaliandra Sejati, tepatnya sebagai tempat pelatihan dan pendidikan. Dilengkapi dengan kebun organik dan tanaman obat.

Takjub! itu perasaan aku. Rumah dengan arsitektur jawa melengkapi semua villa di Kaliandra. Pintu, jendela dan kursi, betul-betul mencerminkan kebudayaan Jawa. Kaliandra Sejati, badan ini yang mengelola kawasan Kalindra, semua karyawan, 80% adalah penduduk lokal.

Pemandangannya sangat indah, hijau dengan aneka bunga. Ada dua komplek villa, yaitu Hastinapura di paling atas, dilengkapi dengan restoran Roro Ireng dan ruang meeting Parikesit.  Di komplek Hastinapura ini, ada lima villa, yaitu Yushistira, Nakula, Sadewa, Bima, Arjuna.

Ruang tidur di lantai I, adalah tiga tempat tidur berjejer, rapat dengan dinding kayu. Dilengkapi dengan kelambu dan lampur pijar hanya 5 watt, begitu kelambu diturunkan, lampu menyala, romantis. Persis kamar selir raja, ashram style.

Di lantai II villa Hastinapura, ada tempat tidur king size, tempat tidur kayu, dengan kasur empuk. Lengkap dengan kelambu dan perabotan dari kayu. Dindingnya berjendela, begitu matahari terbit, buka jendela, sinarnya menghangatkan tempat tidur.

Selain Komplek Hastinapura, juga ada komplek penginapan lain. Ada Ijen, Anjasmoro keduanya dormitori. Juga Tengger, Welirang, Ringgit, Arjuno. Deket dengan cottage tersebut ada restoran Penanggungan, Kamar pijat  dan ruang meeting Mahameru, serta kolam renang.

Jarak dari komplek Baharatapura ke Hastinapura lumayan jauh. Komplek Bharatapura yang terletak di bawah, sementara menuju Hastinapuran harus  menanjak. Ini bagus untuk mengencangkan otot paha. Pagi hari bisa berkeliling komplek Kaliandra, atau turun naik dari Hastinapura ke Bharatapura, melalui jalan berbatu. Dan melewati bangunan bergaya romawi, dengan tiang-tiang besar.

Enaknya di Kaliandra, menu makan di sana sehat. Tanpa penyedap rasa. Untuk kudapan, itu dibuat oleh penduduk sekitar komplek Kaliandra. Tak kalah nikmat, minumannya beraneka rasa. Mulai dari teh secang, teh teragon campuran madu dengan jeruk nipis serta daun teragon. Juga ada bandrek.

Saat menginap di Kaliandra, kami disuguhi gurame goreng bumbu rujak, juga sambel nangka. Dan sempat melihat upacara memanggil lebah di malam hari.

Pagi hari, saat matahari muncul, suara burung becicit cuwit meramaikan komplek Kaliandra. Kaliandra adalah wujud kearifan budaya jawa dan pendidikan.

Yayasan Kaliandra, tempatnya cocok untuk liburan keluarga, ataupun yang berbulan madu. Bisa menginap di salah satu villa Hastinapura. Interiornya sangat indah, terutama penataan tempat tidur dan juga kamar mandi yang terbagi dua. 

Menjelang sore, udaranya sejuk cenderung dingin. Jadi, saat menginap di Kaliandra, siapkan kaos kaki tebah. Karena betul-betul dingin saat malam hari. Walaupun sudah berselimut tebal. Air mandinya pun dingin!

Jika ada yang berminat mampir ke Kaliandra, cobal klik dulu  www.kaliandrasejati.org. Transportasi yang paling mudah, jika dari Jakarta, turun di Bandara Abdulrachman Saleh, Malang. Bisa juga naik Bis Jurusan Surabaya, turun di Pasar Palang. Lokasi Kaliandra dekat dengan Taman Safari Prigen.

4 thoughts on “Kaliandra, Kearifan Budaya Jawa

  1. mang betul.alami banget.sy jg betah disn.soalnya sy disn slm 3pekan. wktu tu sih sy pas lagi dekor acara weding.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s