Borox Boy, di Mekong Express

Sebetulnya belum puas mengelilingi komplek candi Angkor Wat. Udara panas memaksakamipulang sebelum jam lima sore, kembali ke  Mandalay Inn.  Di hotel, kami memesan tiket bus untuk kembali ke Saigon. Kali ini tidak mau pake bis Sorya, harus ganti!

Akhirnya sepakat beli tiket Mekong Express, sedikit mahal, tapi  lebih nyaman mengendarai Mekong Ekspress. Harganya $23 per orang.  Jam 6.30 pagi, masih antri pesan sarapan, minibus jemputan dari Mekong Express sudah tiba di depan Holiday Inn.

Terburu-buru menghabiskan sarapan yang masih tersisa di piring, Risty dan Chris

membawa bekalnya ke dalam mobil. Mereka terlambat turun untuk sarapan. Kira-kira 15 menit, sampailah di pull Mekong Express.

Warna oranye bertuliskan Mekong Express jelas tampak di depan mata. Masuk ke dalam bis,  penumpang sudah duduk di bangku masing-masing. Terlihat wajah-wajah turis Jepang. Masih muda sudah kaya, pikirku. Bepasangan duduk di kursi bis.

Duit gak bohong! Itu yang dirasakan duduk selama 6 jam di Mekong Express. Joknya empuk, AC pun meneduhkan perjalanan. Satu yang tak bias dihindari, kami selalu dapat duduk paling belakang, tepat dekat dengan toilet. Pasrah! Semua itu terbayar dengan keramahan tour guide Mekong Ekspress, menurutku terlalu ramah. Ya, dia senang membantu, tak segan memegang tangan atau bahu penumpang.

Selepas 6 jam melewati jalanan berdebu, menuju Pnom Penh, bis berhenti di pull. Dan semua penumpang turun, berganti bis menuju Saigon. Di ruang tunggu, ada cowok bule, tertidur di kursi tunggu. Satu orang lagi, asyik membaca. Kami bergantian ke toilet, lalu mendaftar lagi untuk bis berikutnya.

Tak lama Mekong Express jurusan Pnom Penh – Saigon datang. Mencari bangku masing-masing. Tak bias dihindari, tetep duduk di belakang, dekat toilet. Kali ini, ada sedikit hiburan yang nyata. Di depan bangku kami, cowok-cowok bule duduk, bahkan ada yang sudah tertidur pulas, tak bangun-bangun.

Hiburan yang unik. Cowok-cowok bule itu sepertinya minum Antimo atau obat tidur. Selama perjalanan mereka tertidur pulas, jika bangun, bicaranya ngawur dan gak jelas.  Juga Mas Mekong Express yang membuat Ilma terpesona, dan kangen sampai hari ini🙂

Aku pun iseng, bangun dari kursi dan mendekati tempat mereka duduk. Alamak! Satu dari mereka, telapak kakinya dibungkus plester dan sehelai kain, yang mirip dengan tagihan listrik atau slip gaji!🙂

Borox boy! Itulah julukan buat cowok bule dengan plester di kaki. Sesekali dia bangun dan ngobrol dengan Risty, Chris dan Lili. Sesekali pula dia memegang borok di telapak kakinya. Jijay!

Sementara yang satunya, lebih tinggi, dia menghabiskan satu kursi di Mekong Express, badangnya melipat, tertidur di kursi. Sejak dari Pnom Penh hingga perbatasan Cambodia-Vietnam, baru terbangun.

Sambil menunggu passport kami di petugas imigrasi, duduk di pelataran kantor imigrasi. Hari menjelang sore, kantor imigrasi masih rame oleh hilir mudik pengendara motor, dan penumpang bis yang hendak melintasi perbatasan.

Tiba-tiba, mataku dikejutkan oleh pemandangan yang tak lazim dan jorok, menurutku. Salah satu dari bule yang duduk di depan kami, dengan rambut rujug, tinggi kira-kira 165 cm, sedang asyik memegang sikat gigi, mulutunya penuh busa odol. Ya! Dia sikat gigi di pelataran kantor imigrasi.

Iseng , aku jepretkan poket Canon G10 ke arahnya. Dia sempat tersentak kaget, ada kilat cahaya mengenai wajahnya. Aku pura-pura saja, karena berhasil merekam adegan lucu bin jorok nya.J

Akhirnya, kira-kira jam 7 malam, Mekong Express pun sampai di Saigon. Tujuan kami penginapan Phan Lan. Tiba-tiba, si borox boy bertanya, penginapan yang murah. Sepakat tidak dikasih tahu tempat kami menginap, biar saja mereka cari sendiri. Sambil tertatih-tatih, borok boy pun meninggalkan bis. Sempat kami lihat, mereka menuju salah satu café. Jangan sampe ketemu lagi dengan mereka, yang jorok setengah mati!

Ada yang sedih harus berpisah dengan Mas Mekong Ekspress, Ilma… one day will be back:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s