Mencari Penanda Perubahan Habitat Melalui Burung dan Kupu-kupu

Nurul Winarni, yang baru saja menyelesaikan gelar Doktornya berkenan berbagi cerita tentang penelitiannya di Obrolan Kamis Sore, edisi Januari 2010, bertajuk “Mencari Penanda Perubahan Habitat Melalui Burung dan Kupu-kupu.”Penelitian yang dilakukan Nurul dari tahun 2005 – 2007, tepatnya di Lambusangu, Buton adalah bagian dari Program Konservasi Hutan dari Operation Wallacea Trust

“Penelitian ini program penelitian lanjutan untuk mengetahui, apakah montoring burung dan kupu-kupu dapat dijadikan penilaian dari kesuksesan tersebut? Intinya, selama tiga tahun, apakah bisa mendeteksi perubahan habitat?” demikian Nurul membuka Obrolan Kamis Sore.

Sebetulnya, waktu tiga tahun sangatlah pendek, biasanya monitoring perubahan habitat dilakukan kurang lebih selama tujuh tahun. Waktunya yang cukup panjang, tiga tahun belum bisa terlihat keberhasilannya. Kegiatan ini merupakan hal baru bagi Nurul.

“Gampang-gampang susah melakukannya, bagaimana metode pengamatan burung diterapkan pada pengamatan kupu-kupu, beginilah hasilnya,” sambil terkekeh Nurul kembali menekankan proses penelitian tentang penanda perubahan habitat.

Sebetulnya banyak sekali satwa yang dijadikan sebagai penanda kejadian alam ataupun adanya gangguan. Misalnya saja, burung Kedasih, dipercaya sebagai pertanda adanya kematian. Sementara perubahan drastis yang terjadi di alam, biasanya terbentuknya gap dan hilangnya pohon-pohon besar. Dan gangguannya juga bersifat macam-macam, mulai dari yang kecil, menengah hingga gangguan besar. Dan biasanya tidak terlihat langsung pada struktur vegetasi.

Perubahan pada struktur vegetasi tidak mudah terlihat oleh mata, sehingga menyulitkan kita untuk memastikan lokasi berubah atau tidak. Sehingga perlu mencari sesuatu yang dijadikan sebagai indikator. Untuk gangguan yang sifatnya kurang drastis, seperti mengambil rotan, enau, kayu untuk bahan bakar dan berburu oleh masyarakat untuk kebutuhan hidup sehari-hari.

Lantas, kenapa burung dan kupu-kupu yang dijadikan penanda perubahan habitat? Karena burung mempunyai ukuran relatif besar, warna dan perilakunya mencolok. Selain itu, suara atau volume, pola frekwensi mudah dikenali, secara taksonominya juga informasinya sudah lengkap. Sedangkan kupu-kupu, ukuran relatif besar dan warna dan pola mencolok.

Menurut Nurul, dua taksa ini paling umum dijadikan indikator. Banyak kupu-kupu yang dijadikan makanan oleh burung. Orang-orang di luar negeri sudah banyak mengembangkan pengamatan kupu-kupu. Di Indonesia, jenis kupu-kupu sangat banyak, sementara di luar negeri sangat sedikit jenisnya. Tiap daerah di Indonesia mempunyai sub-species.

Burung karakternya bisa digunakan, tinggal menyederhanakan saja. Untuk kupu-kupu, karena tidak punya suara, jadi warna dan ukurannya yang digunakan. Dan kupu-kupu yang menjadi penanda perubahan habitat di Lambunsango, Buton adalah jenis Idea blancbardi, bagaikan saputangan, melayang-layang. Jenis ini, di Buton ditemukan di daerah-daerah yang tidak terganggu.

“Saya terusik dengan judulnya, perubahan habitat. Apakah perubahan ekosistem, atau perubahan secara keseluruhan?” tanya Evi Indraswati dari PILI.

“Sedikit kurang, lebih banyak ke antropogenic disturbance, gangguan yang disebabkan oleh perilaku manusia,” pendek saja jawaban Nurul.
“Apakah hasil pengamatan lapangan terhadap kupu-kupu Idea, dapat menjadi indikator menemukan daerah yang masih bagus?” tanya Dimar dari Universitas Indoensia.

“Bisa, kalau kita buat generalisasi di seluruh Indonesia, untuk biasanya akan berbeda untuk tiap habitat. Bisa saja di satu tempat Idea nya tidak banyak. Tidak semudah burung, model pengamatan burung di sini sudah lebih terbentuk. Kalau kupu-kupu masih lebih susah. Kalau dicoba di Bukit Barisan Selatan, yang situasinya berbeda dengan di Buton, akan perlu waktu untuk mengenali jenis di situ,” papar Nurul menjawab Dimar.

Menyambung pertanyaan Dimar, Hasudungan Pakpahan dari YGI menanyakan, apa yang dijadikan parameter, apakah kelimpahannya? Jawabnya, benar kelimpahan Idea, bisa membuat catatan dan menjadikannya indikator.

“Jika suaru indikator mewujudkan sesuatu, seperti Planaris, indikator air masih bersih, kalau kupu-kupu indikator apa?” singgung Panca Oktawirani

“Planaris memang sebagai indikator air bersih. Burung dan kupu-kupu agak sulit. Tapi bisa dicoba dengan kelimpahan, harus membandingkan dengan beberapa habitat yang terkena gangguan, seberapa banyak kelimpahan, apakah berubah setiap tahunnya,” Nurul menanggapi pertanyaan Panca.

Muncul juga pertanyaan, apakah kupu-kupu Idea ini bisa menjadi indikator untuk daerah lain, misalnya daerah tidak terganggu. Seperti yang dilontarkan oleh Ani Sudasmo.

Nurul menjawab dengan singkat, secara kebetulan di Buton kupu-kupu Idea ini berada di daerah yang tidak terganggu. Dan saat di Lampung juga sama, ada di tempat yang bukan kawasan terbuka, tetapi ini belum diuji.
“Bisa saja untuk daerah lain, indikatornya adalah species lain, saat ini baru bisa bilang penanda di Buton,” kata Nurul.
Diskusi semakin menarik saja, tatkala Tukirin dari Lembaga Ilmu Pengetahuna Indonesia [LIPI] menegaskan bahwa memang secara umum itu terdapat di daerah-daerah yang tidak terganggu. Idea

“Kepekaannya lambat. Selain kupu-kupu, ada species lain yang peka terhadap perubahan habitat, yaitu ngengat. Di Museum Biologi LIPI, sudah menerbitkan keterangan tentang indikator perubahan habitat untuk air,” papar Tukirin di tengah diskusi.

“Saya kira memang perlu ditentukan, mau menggunakan ngengat atau kupu-kupu. Masih sedikit informasinya, terutama untuk Indonesia. Tetapi juga arah taksonomi dikembangkan. Banyak yang belum dikaji, tertarik sekali untuk mendalaminya. Sekarang baru ada buku kupu-kupu Sulawesi dan Jawa saja,” Nurul pun tak segan untuk menanggapi Tukirin, ahli tumbuhan dari LIPI ini. Sungguh Obrolan Kamis Sore yang menarik di awal tahun 2010. Membicarakan dua jenis hewan yang mudah kita temukan di sekitar lingkungan rumah. [irma dana]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s