Kecoa Dan Tikus Menjijikan!

Sesampainya di Bogor, Aku dan Titi menuju Supermarket Giant yang berada di Jalan Pajajaran, Bogor. Kebetulan sore itu Titi merasa lapar sekali. Jadi dia mengajakku makan sebelum pulang.

“Hayu! Makan dimana? Di Giant, mau gak?” tawarku pada Titi.

Titi pun setuju untuk makan di Giant. Sesampainya di sana, kami sempat kebingungan. Titi ingin makan nasi, karena dia betul-betul lapar. “Saya mau makan nasi, lapar euy!” ucap Titi.

Kebetulan di Giant, ada Mc Donald dan Café Seberang. Aku menawarkan untuk makan di Café Seberang yang menyediakan berbagai menu makanan. Ada empek-empek, siomay, nasi goreng, soto mie dan lainnya. Dan sekali lagi Titi menegaskan ingin makan nasi.

“Mau makan nasi goreng gak? Kan pengen makan nasi ya?” tawarku pada Titi. Tapi Titi menolak makan nasi goreng dan sempat mengajakku makan di Mc Donald. Tapi akhirnya dia mengikutiku ke Café Seberang dan memesan soto mie.

Sambil menunggu soto mie pesanan datang. Kami bercerita dan sepakat bahwa perjalanan mengikuti kursus ini betul-betul melelahkan dan menguras energi. Kenapa? Selain jarak tempuh Bogor – Kebayoran Lama yang panjang, tas kami bertambah berat karena berisi modul kursus.

Belum tuntas bercerita, tiba – tiba, dari atas meja makan, berlarilah kecoa kecil ke arahku. Aku pun panik, dan berusaha mengusir kecoa. “Huh! Aku sebel deh sama kecoa. Soalnya aku pernah digerayangi kecoa,” cerocosku pada Titi. Beruntung kecoanya langsung turun ke lantai.

Tak lama soto mie pesanan datang. Sambil menambah kecap dan sambal. Tiba-tiba Titi menunjukkan kecoa kecil pada pelayan Café Seberang, “Mas, lihat tuh ada bintang kecil – kecil.”

“Jangan-jangan banyak kecoanya nih mall. Bangunannya sudah lama juga kan ya?” Celetukku pada Titi.

“Iya. Tapi kan baru kecoa bukan tikus yang kemaren. Warna bulunya sampe hitam. Pantatnya gemuk dan kupingnya sampe merah lho,” Titi mengingatkanku pada dua ekor tikus yang hilir mudik di tong sampah penjual bakso stasiun Tanah Abang kemarin. Dan gara-gara tikus itu pula aku dan Titi batal makan bakso.

“Udah dong! Nanti aku gak mau makan lagi nih. Geli ah ngebayangin kemaren, hiiiiiiy,” pintaku pada Titi, sambil melahap soto mie. Kejadian dua ekor tikus itu betul – betul menjijikan, ditambah Titi menceritakkannya dengan semangat padaku.

Beruntung cuma anak kecoa, bukan tikus yang lewat di meja soto mie kami. Kalau tidak, bisa-bisa aku batal makan soto mie sore itu.[irma]

One thought on “Kecoa Dan Tikus Menjijikan!

  1. Saya juga punya pengalaman tidak enak makan dicafe seberang yang terletak diplaza semanggi pada tgl 5 maret 2009 sekitar jam 9 malam.Karna hujan jadi bawaannya lapar saya memesan nasi capcay begitu duduk baru juga napas datang pelayan membawa pesanan saya.dengan heran saya melihat pesanan saya kok cepat mbak kata mbaknya iya ni baru dimasak. sewaktu saya cicip ngak terlalu panas seperti baru dimasak dan perasaan tadi ngak liat kokinya masak.Akhirnya karna lapar saya makan juga tapi lapar nya uda hilang setengah jadi nasinya ngak abis.Saya sangat kecewa dengan pelayanan cafe seberang mestinya makanan sisa jangan dihidangkan lagi.Saya sudah biasa makan disitu jadi sudah tau mana yang baru masak dan mana yang dimasak tadi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s