Ibu, Selamat Hari Ibu….

Sedari pagi, gelombang 99,5 FM, FeMale Radio meluncurkan lagu-lagu yang bertemakan Ibu. Poppy Deswita Maharani, adalah tokoh yang sedang ceritakan oleh Garry si penyiar. Poppy yang dengan sabar menemani anaknya Dewa, karena mengalami kelainan di otaknya.

Kasih Ibu kepada beta,
Tak terhingga sepanjang masa
Hanya memberi, tak harap kembali
Bagai sang surya menyinari dunia….

Lagu itu cocok untuk Poppy juga para ibu yang sudah membesarkan, mengurus dan merawat anak-anaknya. Cara ibu mendidik dan mengajar anaknya tidak bisa diukur dengan benar atau salah. Semua mempunyai tujuan yang mulia. Ia ingin anaknya menjadi orang yang bermartabat, baik dan bisa menjaga dirinya kelak di saat dewasa.

Seperti ibuku, dia selalu membangunkan anak-anaknya sejak jam lima pagi. Kalau tetap tidak bergeming dari tempat tidur, tak segan-segan dia mengambil air di gayung, dan mencipratkannya ke muka kami. Ha…ha….lucu ya!

Kami pun langsung menggeliat dan terbangun. “Ayo bangun, pada sholat subuh. Nanti rejekinya keburu dipatok ayam,” teriak Ibu. Tidak ada yang salah dilakukan oleh Ibu. Memang harus bangun pagi supaya tidak kesiangan berangkat ke sekolah dan bisa membantunya menyapu halaman depan dari daun-daun jambu air yang berserakan.

Ibu juga memberikan kami tugas untuk dikerjakan, terutama anak-anak perempuannya. Selain menyapu halaman depan rumah, juga memberi tugas cuci piring dan belanja ke pasar. Itu dilakukan setelah anak-anaknya duduk di bangku SMP.

Banyak hal yang diajarkan oleh Ibu. Dan juga Ia berikan untuk anak-anaknya. Membuatkan baju rajutan saat kami kecil. Lengkap dengan topinya. Dan aku tidak sempat belajar banyak tentang hal itu.

Paling aku suka adalah ketika Ibu memintaku untuk membungkus jambu air yang masih kecil-kecil di pohon. Supaya tidak dimakan kelelawar dan bisa dibagikan ke tetangga kalau buahnya matang. Ibu percaya saya bisa memanjat pohon dan tidak melarangku untuk berlama-lama nangkring di pohon jambu air sepulang sekolah. He…he….Ibuku lebih percaya aku untuk membetulkan genteng bocor, dari pada anak laki-lakinya.

Rasanya tepat sekali lagu yang dinyanyikan oleh Piyu dari group band PADI. Untuk Ibu…dan semua Ibu ….yang berjudul Harmoni. Selamat beristirahat dengan tenang di sisi ALLAH Ibuku….

Aku mengenal dikau tak cukup lemah…
Kau membuatku mengerti hidup ini,
Kita terlahir bagai selembar kertas putih….
Tinggal kulukis dengan tinta pesan damai…
Dan terwujud harmoni….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s