Siapakah Gerangan Tuan???

Lebaran kali ini ada kejadian yang sangat mengharukan sekaligus lucu. Ceu Odah, tiba-tiba kirim pesan “saya lagi pdkt sama duda”. Sebagai teman saya senang dong! Mudah-mudahan dudanya baik ya ….

Nah! Masih tentang si duda tadi. Ceritanya, Ceu Odah kemaren kopdar sama si duda, terus di ajak mampir ke rumahnya. Sampe akhirnya diperkenalkan sama aku dan AW. Pokoknya mampir ke rumah AW sama tuh duda.

Ngakunya pensiunan sipil Angkatan Darat, Cibubur, punya empat orang anak. Sekilas orangnya terlihat baik, kalem [apa karena orang Solo ya??] di depan aku dan AW, duda ini ingin membahagiakan ceu Odah dan anak-anaknya….”saya sekolahkan anak mama” cie…cie…udah mama aja nih! Manggil Ceu Odah. Lucu deh kalau memperhatikan kelakuan si duda…dia bilang kalau gak janji sama anaknya, gak akan macem-macem sebelum pernikahan anak tuh duda…sudah mau nikahin Ceu Odah aja….waakakakakakakakka….kebelet nih ye…

Tangannya membelai rambut Ceu Odah…terus, dengan ringannya dia mencolek pipi Odah…mengutarakan isi hatinya tanpa ragu dan canggung di depan aku dan AW…ada apa gerangan????

Aku sendiri takjub…bisa juga ya orang udah tua genit…ya duda juga manusiaaaaaa:))

Melihat kelakuannya seperti anak ABG, ini juga ABG [Angkatan Babe Gue he…he…he…]

Akhirnya, kami pun pamit sama AW. Si duda ingin mengantarkan Odah ke rumahnya. Kami pun berpisah di perempatan…aku pulang ke A. Yani. Sampai rumah brwosing sebentar terus tidur. Hp mati sampai pagi.

Tiba-tiba, waktu hp nyala…ada pesan dan miscall dari Ceu Odah…isinya kesel banget sama kelakuan tuh duda ..” saya mau cerita, eta aki-aki menurut gw monyet, alias penipu ulung alias tukang pijit alias tukang parkir alias…alias…alias…alias wong edan”

“Hah???? Masa sih Ceu…bener dia tukang parkir? Tukang pijet? Sabar-sabar ya …emang kenapa? “ Ceu Odah saya berondong dengan pertanyaan. “ abis belegug…masa ke teteh bilang, saya mau tinggal di rumah teteh….pan ngerakeun, baru juga kenal” jelas Ceu Odah.

“Mungkin becanda kali ceu…gak serius” mencoba menenangkannya. “Iya, tapi kan malu saya sama teteh, dari tadi dia tlp terus, minta maaf…sampe mau nangis waktu saya bilang jangan datang lagi, jangan telpon lagi” [tetep Ceu Odah sambil ngekek tertawa].

Wah! Kalau gitu…sabar ya Ceu, prosenya mungkin sulit dan rumit buat Ceu Odah mendapatkan laki-laki yang baik, buat jadi Ayah Tiara dan Ican…jangan pernah menyerah ceu, karena Tuhan tidak pernah tidur…Tuhan hanya menunggu do’a kita Ceu…jangan patah semangat ya Ceu…aku pengen Ceu Odah happy…always happy like your laugh…!!! your dream will come true…:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s