Menolak Selingkuh

Setelah subuh aku dikagetkan dengan bunyi hp, setelah aku angkat ternyata dari Sew. Ada apa ya Sew pagi-pagi telpon. Seletah ku angkat, dia sambil terbata-bata menceritakan tentang sms yang mengganggu dia hampir setiap malam dan menimbulkan kecurigaan suaminya.

“irma, tolong bilang si Guy , jangan ngajakin Sew ketemuan terus, masa tiap malem dia sms mulu. Sew gak mau irma….suami aku jagi curiga. Sew pengen bener-bener kerja cari uang. kebutuhan hidup sekarang mahal…kan irma tahu sendiri ya…tolong ya ir, sms atau tlp Guy, bilang jangan ganggu Sew…itu masa lalu” cerocos Sew di hp.

Antara bingung dan kagum…aku coba memahami perasaan Sew. Ternyata, cinta masa SMA Sew dan Guy…memang sudah berhenti saat Sew menikah dengan suaminya. Sementara Guy, masih penasaran atau memang sekedar mengganggu atau lagi jenuh dengan keluarganya?

Petaka apalagi yang dihadapi teman-temanku ini? Sew sekarang sudah menyadari tentang pilihan hidupnya adalah suaminya . Dia ingin membantu perekonomian keluarga…makanya dia takut sekali dengan sms-sms dari Guy….

Aduh! kenapa sih Guy???? Aku salut sama Sew, dia menolak untuk diajak ke jalan perselingkuhan dengan mantan pacarnya di SMA dulu…hebat! kamu hebat Sew…memang harus begitu jadi perempuan, bisa menjaga harga dirinya dan keluarganya:)



3 thoughts on “Menolak Selingkuh

  1. wah, ini baru berita nih….(hehehehe, padahal lagi puasa ndak boleh ngebahas perselingkuhan lho). mungkin karena pengalaman atau curiousity gw nih, jadi pengen komentar…(mudah2an nggak dianggap raja selingkuh).

    tindakan susi sew bener banget tuh, semua tragedi besar selalu dimulai dari hal sepele. perselingkuhan yang berujung petaka rumah tangga selalu dimulai dari little things…ya itu tadi contohnya sms..(mungkin salah satu penyebab mudahnya perselingkuhan terjadi saat ini adalah lancarnya komunikasi via HP selain internet, walau belum dilakukan penelitian dan pasti in the end tetep balik kepada orangnya masing2).

    gw jadi inget salah satu kata indah ulama atau hadits …..cuma lupa lagi bunyi lengkapnya…intinya kurang lebih begini…..sesungguhnya setiap perzinaan yang dilakukan seorang anak adam akan menjadi hutang yang harus dibayar, yang akan membayar entah itu pasangannya (istri or suaminya), anak-anaknya atau pasangan anak2nya…, duh Rabbi,….gw langsung merasa tertohok jantung ketika baca kalimat itu, mudah2an Allah mengampuni dan menjaga saya. Bagaimanapun kita manusia, kita sebenarnya nggak akan pernah siap menerima kenyataan dikhianati pasangan kita atau anak2 kita mengkhianati atau dikhianati cintanya…..

  2. ir, gw mau nulis nih……….., ironi baru tentang negeri indonesia ini langsung muncul di kepala gw begitu baca koran kompas hari ini :

    ’21 TEWAS SAAT PEMBAGIAN ZAKAT’…………….

    SAYA BERTANYA tanya apa yang ada di benak si dermawan yang mengumpulkan orang sebanyak 7000 orang untuk menerima sedekahnya. tanpa bermaksud judge dia sebagai orang demonstratif dalam beribadah, saya tetap memandang pekerjaan yang riskan sekali mengumpulkan manusia sebanyak itu dengan iming2 uang 30.000 rupiah di negeri miskin ini. ditinjau dari ilmu ekonomi pun jelas bukan efisiensi membagikan sesuatu dengan cara seperti itu. dari psikologi? teganya menyuruh manusia lain berdesak-desakan untuk menghampiri dirinya, apalagi mayoritas diantara mereka adalah orang renta dan manusia yang kekurangan gizi setiap hari. sosial? banggakah anda melihat orang lain menghibakan dirinya didepan manusia manusia lain terhadap anda? politik? anda hanya bermain resiko dengan memobilisasi manusia yang dapat dengan mudah berbuat anarkis dan membuat suatu lokasi menjadi medan rusuh. Agama? saya rasa yang bersangkutan pasti tahu bahwa dalam agama yang diyakininya bahkan ada petunjuk yang mengatakan bahwa saat tangan kanan memberikan sesuatu pada orang lain, tangan kirinya lebih baik tidak mengetahui.Betapa berbuat baik itu seharusnya menjadi rahasia diri dan Tuhannya. saya jadi teringat ulasan tempo saat mengupas kelakuan Tung Desem sang motivator handal membagikan uang 100 juta rupiah dengan cara menyemburkannya dari atas pesawat helikopter yang dicarternya. uang 100 jt rupiah dipecah menjadi ribuan rupiah dan puluhan ribu rupiah. massa sengaja di undang ke tengah lapangan untuk berlomba mendapatkan uang tersebut. tempo dengan sinis mengulasnya sebagai langkah hebat dengan cara merendahkan dan mamanfaatkan kepapaan orang miskin di negeri yang memang miskin.
    menolong orang baik, bahkan manusia paling hebat adalah yang paling banyak jasa dan pemberiannya terhadap manusia banyak. tapi tunggu, Tuhan kita bukan anak TK yang bisa mengagumi sesuatu dari tampak lahir begitu saja. Tuhan kita maha pintar sehingga akan tahu apapun yang ada di benak kita saat kita melakukan sesuatu. Tuhan kita yang baik itu malah memberi kita akal supaya kita senantiasa menggunakannya pada saat bahkan menjalankan perintahnya. shalat di tengah kerumunan masa? silahkan anda mati terinjak dan Tuhan tahu sebenarnya ada lokasi pinggir kerumunan yang longgar dan aman untuk shalat. berdoa di rel kereta api? silahkan tapi anda berarti tidak menggunakan otak pemberianNya karena ada lahan kosong untuk berdoa daripada mati sia sia saat kereta tiba tiba muncul. membagikan zakat dengan meminta mereka berkerumun didepan rumah anda padahal anda tahu jumlahnya ribuan? anda silahkan membaca nurani anda dan memikirkannya di kepala anda.

  3. Hi AW, di negeri ini masih banyak orang yang riya dalam berbuat kebaikan…gw juga gak ngerti kenapa harus mengumpulkan orang ya…kenapa gak di kasih ke BAZIS aja?
    BTW, tulisan lu bagus lho…kenapa gak bikin blog juga AW? ditunggu ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s