Minum Chocolate Sambil Horor!

Kejadian tadi malam, setelah mencicipi minuman di café abc spaghetti chocolate [café chocolate] persis di Jl. Ceremai Ujung, Bogor betul-betul “moment of my life” yang horor banget deh! Selesai menemani Arta dan Ilma makan di Solaria, Botani Square [boqer] kami beranjak menuju café chocolate. Padahal, jarum jam sudah menunjukan jam 9 malam. Agnes, cewek Balikpapan yang baru selesai mengikuti Symposium dokter hewan di boqer antusias sekali.

Berangkatlah Aku, Agnes, Ilma, Arta, Lili dan Fay menuju café chocolate. Rencananya mau naik taxi saja. Sampai di pangakalan taxi, ternyata kosong. Ya sudah, kami putuskan carter angkot saja. Itu pun urung dilakukan. Pokoknya naik angkot sampai Hotel Pangrango 2, dari sana kami jalan menuju café chocolate🙂

Mulai dari Ujung Jl. Pangrango rimbunnya pohon sepanjang jalan membuat suasana malam di Bogor tampak romantis. Lampu-lampu yang temaram dari café di sepanjang jalan membuat jalanan makin syahdu….ceilah!

Nah! Begitu masuk Taman Kencana, melewati Waroeng Taman, mulailah suasana horor terasa. Aku dan Agnes jalan terlebih dahulu. Agnes suka berburu kuliner, walau jarak yang harus dia tempuh cukup jauh, tak masalah. Sementara di belakang, Lili, Ilma, Fay dan Arta yang sibuk membeli korek api.

Kami melewati kampus IPB, pohonnya besar-besar, lampu jalan kurang terang, jadi agak-agak gelap. Terus saja kami berjalan menuju Jl. Ceramai Ujung. Akhirnya tiba di Café Chocolate. Duduk di ruang tengah.kami pesan Granita chocolate [dingin], hot chocolate, karamel apa lah, potato, kami pun bergosip.

Cerita meluncur berebutan dari mulut kami. Mentertawakan teman kami yang konyol dan aneh kelakuannya di tempat kerja dulu. Kebetulan Kami pernah satu kantor, tinggal Lili dan Arta masih dikantor yang sama. Tiba-tiba datang pelayan memberikan tagihan. Wah! Sudah jam 12 malam rupanya. “belum masih jam setengah 12 kok,” celetuk Arta.

Dengan berat kami angkat pantat masing-masing dari kursi. Selesai bayar, kami pun bergegas pulang. Di sepanjang jalan Ceramai masih belum merasakan apa-apa. Buluk kuduk pun belum berdiri tegak. Aku memutuskan pulang lewat jalan lain, yaitu melewati Jl.Papandayan. Sepanjang belokan dan melewati Bogor International School masih belum merasakan apa pun. Begitu tiba di perempatan Jl. Papandayan, tepatnya di depan klinik dokter kandungan, ada rumah kosong dan tua, sudah dipenuhi tanaman yang merambat.😦

Ilma mulai merapatkan pegangannya ke Arta. Lili juga dia pegangi tanganya. Fay maju ke depan aku dan Agnes. Mereka tambah nempel. Tiba-tiba bulu kuduk dan tanganku berdiri dan merinding. Tak seorang pun berani menengok ke rumah kosong tadi. Haduh! Kenapa sih? Pas melewati itu semua, di ujung Jl. Papandayan, tepatnya sebelah kantor Telkom. Barulah kami bisa tertawa. Masing-masing ngoceh tentang perjalanan tadi. Seperti ada mata yang mengikuti kami di rumah kosong tadi. Gak lagi-lagi deh tengah malam lewat situ. We are the champion….for to night!:)

One thought on “Minum Chocolate Sambil Horor!

  1. Salam kenal ya..pengen sharing nih..klo perusahaan anda butuh kegiatan team building..saya bisa membantu..ato kalo ada contac person perusahaan yang dapat saya hubungi tentang hal tersebut..thanks..ya atas bantuannya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s