Para Penembak Jitu di Kebun Raya Bogor

Tembak burungfoto-4.jpgGaya penembak Mumpung belum terlambat ya, aku mau bercerita tentang kejadian di Kebun Raya Bogor tanggal 22 September lalu. Setiap bulan sekali temen-temen milis SBI-InFo@yahoogroups.com mengadakan pengamatan burung di Kebun Raya Bogor. Kebetulan sambil ngabuburit, aku pun berangkat menuju Kebun Raya Bogor. Lumayan, sambil jalan-jalan sore juga.

Dari gerbang Kebun Raya aku menuju Danau Gunting yang yang ditengah-tengahnya ada pulau kecil dan selalu dihinggapi burung Kowak malam kelabu (Nycticorax nycticorax). Belum sampai Danau Gunting, dari kejauhan saya melihat seorang laki-laki seperti menenteng seekor burung, tapi belum jelas burung apa.

Aku pun bergegas menghampiri teman-teman yang sudah lebih dahulu melakukan pengamatan ke arah pulau burung tadi. Di sana sudah ada Noni, Londo dan Wati. Aku pun bertanya, ”kok ada orang nenteng burung sih?” Londo pun menunjukan jari tangannya ke arah seberang pulau burung. Ya ampyun! Ternyata dari kejauhan terlihat ada sekitar tiga orang sedang memegang senapan mimis. Aku pun ikut mengintip lewat monokuler ke arah mereka. Ternyata, selain ketiga orang tadi, ada satu orang yang bersergam polisi.

Huh! Makin penasaran aja deh! Aku mengajak Wati untuk menghampiri mereka. Pengen tahun aja, apa sih motifnya menembaki Kowak malam kelabu di Kebun Raya Bogor? Sesampainya di depan ketiga orang tadi, aku pun melontarkan banyak pertanyaan. Ada saja alasan yang mereka jawab. Mereka tidak tahu apa-apa, Cuma di suruh sama atasannya (di Kebun Raya Bogor) untuk mengurangi Kowak malam kelabu dengan cara penembakan. Katanya, kotoran Kowak sudah mengganggu pengunjung Kebun Raya, jalan dan pohon-pohon di sana. Lho???? Lantas, kalau pengunjung lain keberatan dengan kotoran burung, apakah kami yang juga sama-sama beli tiket masuk Kebun Raya Bogor tidak boleh mengajukan keberatan dan kekecewaan pada pihak Kebun Raya tentang cara mereka mengurasi populasi Kowak malam kelabu dengan ditembaki?

Setelah kewalahan menjawab, kami pun berhadapan dengan petugas kepolisian, yang katanya sudah dari tahun 87 menjadi pengawas keamanan Kebun Raya Bogor dan sekrang tambah lagi kerjaannya, membantu mengurangi Kowak malam kelabu dengan menembakinya. Alasannya, karena dia diminta sama pihak manajemen Kebun Raya Bogor untuk mengurangi burung dengan ditembak.

Kasihan ya….kok mereka tidak malu. Mau aja di suruh oleh lembaga yang katanya bergerak di bidang konservasi dan pendidikan. Kalau nembaki burung di depan pengunjung apakah itu mendidik? Soalnya, hari itu, ada anak kecil yang selalu mengikuti para penembak itu di belakang. Mungkin anak salah seorang dari penembak kali ya….Apakah itu mendidik? Gimana kalau yang ada dibenak tuh anak, kalau burung boleh ditembaki…iiiiiih!

Ternyata, penembakan burung di Kebun Raya Bogor itu sudah berjalan beberapa kali. Dan biasanya mereka melakukannya di sore hari, dengan alasan sepi dari pengunjung. Tetep aja, kalaupun sepi, ada pengunjung yang masih berjalan-jalan. Untuk juga sih kami berhasil menyaksikan ulah mereka….huh!

Herannya, Kebun Raya Bogor itu kan masuk ke dalam jajarannya LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia), apa mereka gak ngobrol ya? LIPI kan tempatnya ilmuwan, termasuk masalah burung. Susah memang kalau orang awam kaya aku….gak ngerti cara berpikir para ilmuwan…Kebun Raya Bogor itu salah satu lokasi yang menarik untuk pendidikan konservasi….mohon penjelasannya ya bapak dan ibu di Kebun Raya Bogor. Soalnya, yang ditembaki itu termasuk yang masih juvenile juga. Ngomong-ngomong, dikemanakan dagingnya? di makan kali ya? soalnya, setelah jatuh di tanah, burungnya disembelih sama petugas Kebun Raya Bogornya….Kebetulan Ady bawa kamera, jadi aku minta fotonya ya…..makasih sudah kasih buat aku ya Ady…he…he….

4 thoughts on “Para Penembak Jitu di Kebun Raya Bogor

  1. ….sedih….., kan udah ada bukti foto…gimana kalo kirim tulis di surat pembaca aja…,kompas atau apa gitu….

    menurut saya kok ngga gitu caranya ngurangin populasi…toh burung itu bukan predator….kalo cuma kotorannya ganggu….rasanya ngga bisa dijadikan alasan buat bunuh mereka…lmasih lebih baik di jaring…dan di pindahkan ke area konservasi lain….

  2. kasusnya sudah dibahas sama kepala Kebun Rayanya…katanya berbagai upaya sudah dilakukan untuk mengusir itu burung…

  3. waah itu kan tingal dipindahkan saja populasinya tampa harus membunuh, wah kadang saking pinternya sampai “tidak punya pri-kebinatangan” duasar manusia!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s