Privasi orangutan dan manusia

timeline_button.jpgSejak bergabung dengan “para pencinta orangutan” di alam bebas. Aku pun mencoba untuk mengenal lebih jauh lagi tentang si ”kera merah” ini.

Biasanya aku melihat sosok kera merah alias orangutan di kebun binatang, Taman Safari dan Pusat Primata Schmutzer. Melihat tingkah polahnya yang memang terlihat lucu kadang membuat aku ingin tertawa terbahak-bahak. Tapi, miris juga melihat orangutan jadi tontonan orang banyak seperti di sirkus, dia mau melakukan apa yang diperintahkan si majikannya.

Orangutan itu hidupnya di hutan. Dengan bebas dia bisa berayun-ayun dari satu pohon ke pohon lainnya. Mencari makan, membuat sarang dan tempat tidur orangutan pun tidak bisa lepas dari pohon. Orangutan ingin hidup bebas, lepas dan bersahaja di tempat tinggalnya. Orangutan pun sama dengan manusia, ingin hidup di rumahnya sendiri, bukan di dalam jeruji besi atau rumah mewah.

Sebetulnya tidak hanya di sirkus atau kebun binatang saja orangutan mengalami perubahan perilaku atau kekerasan psikologis. Di dekat rumahnya pun, orangutan seringkali menjadi bulan-bulanan sekelompok orang jahat. Di dekat perkebunan kelapa sawit, orangutan sering tersesat saat mencari makan. Kadang bangkai orangutan sudah terbujur kaku karena kepalanya dihantam benda tumpul yang cukup mematikan atau orangutan sudah hangus karena di bakar. Kok bisa ya?

Itulah manusia, memiliki sifat yang buas dan kejam. Seandainya peristiwa itu dibalik, manusialah yang menghadapi siksaan yang kejam, berbagai reaksi, teriakan dan hujatan pun pasti muncul dimana-mana. Tapi, saat orangutan yang menghadapi deraan itu, dia tidak bisa berbuat apapun. Berbicara pun orangutan tak bisa. Hanya mimik muka dan suara-suara saja yang bisa mengungkapkan perasaannya dan tidak semua orang bisa memahaminya.

Wow! Ternyata sulit sekali untuk merubah perilaku kita untuk tidak menggangu kehidupan mahluk hidup lain di muka bumi ini. Orangutan juga perlu privasi….so, mulai dari sekarang jangan pernah mengganggunya lagi. Orangutan dan manusia sama-sama punya privasi kan…:-)

One thought on “Privasi orangutan dan manusia

  1. ada juga yang mengatakan “kami menyayangi orangutan, karenanya kami membiarkan ia mati disini, bahkan beberapa kami ‘bunuh'”. udah pernah tahu dong dengan informasi ini…🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s