Cita-cita Tidak Untuk Diucapkan, Tapi Untuk Diwujudkan

1973795_10153185066257236_7247552832861366703_o

Profile relawan photo by: hadi dana

Menjadi relawan di Komunitas Inspirasi Jelajah Pulau (KIJP) suatu pengalaman menarik.

11146357_10153184928052236_1765154534782655775_o

Mencoba teropong mengintip gambar burung photo by: Athifa

Langkah kecil relawan pengajar, fotographer, dan videographer membawa mereka ke Pulau Harapan.  Tanggal 29 Maret berangkat menuju Pulau Harapan Kelapa.  Dengan menyewa satu kapal kayu, bersama relawan  lain, ada yang bertugas di Pulau Pari, Pulau Panggang, Pulau Pramuka dan Pulau Harapan Kelapa.

Kali ini mendapat tugas mengajar di SDN 01 Pagi Pulau Harapan, yang terletak di Pulau Harapan Kelapa. Bersama Navyk (Pengusaha), Hanna (Pelatih Balet), Anita (Process Engineer), Sisca (Brand Specialist), Amy (Technical support Manager), Linda (IT Analyst), Vina (Dokter), Eko (HRD), Yoga (PNS) Silmi (Freelance designer), serta dua orang fotografer, Hadi Dana dan Tifa, dan Adjie videographer ditempatkan di SDN  01 Pagi Pulau Harapan, yang terletak di Pulau Harapan.

Pulau Harapan, pulau paling jauh, jadi selama 4 jam kami di kapal, dan paling akhir mendarat. Pulau Harapan Kelapa juga pulau paling padat kedua setelah Pulau Panggang.Tiba di Pulau Harapan, dengan udara panas menyengat sampe ubun-ubun. Kami menginap di penginapan yang dikelola oleh Pak Rambo, tepat dipinggir pantai, atau dermaga Harapan Selatan.

Continue reading

Cita-citaku Jadi Pemain Sepak Bola

10629878_10152636997002236_1690749556899551682_n

SD Tidung 03

“Selamat pagi anak-anak…..Assalamualaikum,” salamku si ruang kelas empat SD Tidung 03.

“Selamat pagi…waalaikum salam, “ serentak seisi kelas menjawab. Mereka baru saja selesai upacara dengan seragam putih-putih, masuk kelas menunggu guru-guru dari Komunitas Inspirasi Jelajah Pulau (KIJP) yang akan mengajar satu hari saja.Selesai berdo’a, aku mengajak mereka memejamkan mata, untuk menarik napas yang dalam sebanyak tiga kali, untuk menenangkan pikiran, saat belajar. Rupanya, trik itu tak berhasil. Anak-anak kelas empat tetap berceloteh di meja masing-masing, terutama dibarisan belakang. Sementara dibarisan depan, ada Zahra, ketua kelas empat, berkerudung putih, kalau ditanya hanya menjawab dengan senyuman saja.

Pada 25 Agustus 2014, bersama lima orang relawan, dengan latar belakang profesi yanbg berbeda,  menjadi pengajar di SD Tidung 03.  Rona, Shani, Luddy, Henry, Adnan sang videografer, juga Bowo juru photo di Tidung 03. Total murid dari kelas I-VI hanya 120 orang. Dan pertama kalinya buatku bercerita soal konservasi di SD yang secara administrasi masuk dalam wilayah DKI Jakarta.

Continue reading

Program Training Sertifikat : Pembiayaan Kehutanan Inovatif Berkelanjutan Maret 2014

ImageProgram Sertifikat Mitigasi Perubahan Iklim dan Pembiayaan Hutan Berkelanjutan Inovatif ini adalah yang pertama di bidangnya di Indonesia serta menggabungkan ilmu pengetahuan alam, ilmu pengetahuan sosial, ekonomi, dan bisnis dalam rangka mempersiapkan para profesional untuk terlibat dalam upaya konservasi hutan skala besar. Termasuk untuk mengurangi kehilangan pohon, emisi karbon, penurunan keanekaragaman hayati, serta meningkatkan kondisi sosial ekonomi masyarakat yang tinggal di dalam dan sekitar hutan. Program sertifikat yang terdiri dari delapan kursus ini dirancang untuk meningkatkan pengetahuan dasar dan keterampilan yang diperlukan untuk mengawasi dan atau berpartisipasi dalam proyek pengurangan deforestasi dan degradasi hutan di Indonesia. Meskipun para pengembang kurikulum berkomitmen untuk menggunakan The Rainforest StandardTM (RFSTM) sebagai mekanisme untuk mengurangi emisi karbon dari konversi hutan, namun kursus dan training ini lebih umum dan berlaku untuk semua jenis proyek konservasi hutan yang melibatkan kredit karbon atau intensif keuangan lainnya.

Persyaratan:

Program ini terbuka untuk mahasiswa pasca sarjana, serta para profesional dari sektor publik, privat, dan masyarakat sipil. Dalam upaya untuk memastikan relevansi program, contoh dan latihan yang digunakan dalam setiap kursus akan disesuaikan dengan realita yang para peserta alami pada institusi masing-masing.

Detail:

  • Program akan berlangsung hingga enam (6) hari penuh waktu, dan bertempat di kampus Universitas Indonesia Depok. Sebagian besar berlangsung empat (4) hari.
  • Materi kursus disampaikan dalam Bahasa Indonesia
  • Para peserta dapat mendaftar untuk beberapa kursus tertentu, namun harus menyelesaikan semua (delapan) kursus untuk menerima sertifikat. Para peserta akan menerima konfirmasi kehadiran kursus yang telah diselesaikan.
  • Biaya kursus antara Rp 1,375,000 per kursus jika terdaftar dalam semua (delapan) kursus, hingga Rp 4,000,000 per kursus bila hanya mengikuti satu kursus.
  • Lihat brosur berikut untuk mengetahui detail lebih lanjut http://rccc.ui.ac.id/event/trainings/124-training-mitigasi-adaptasi-perubahan-iklim.html

Jadwal  Maret 2014:

Semua (delapan) kursus akan ditawarkan selama awal 2014 yaitu bulan Maret hingga April 2014. Program ini dapat diselesaikan selama waktu tersebut.

  1. Pengantar Perubahan Iklim                                                                                3 – 6 Maret
  2. Penginderaan Jauh untuk Kehutanan dan Estimasi Stok Ka                              7 – 8 & 15 Maret
  3. Monitoring Keanekaragaman Hayati dan Kehutanan                                       10 – 13 Maret
  4. Pengantar GIS untuk Sektor Kehutanan dan Iklim                                            14 & 28 – 29 Maret, 11 – 12 & 19 April
  5. Aspek Sosial – Budaya dari Pengelolaan dan Konservasi Hutan                      17 – 20 Maret
  6. Ekonomi Lingkungan dan Sumber Daya Alam                                                   24 – 27 Maret
  7. Pertimbangan hukum dalam Konservasi dan Pembiayaan Hutan                       1 – 4 April
  8. Bisnis Pengelolaan dan Konservasi Hutan                                                           6 – 9 April

Bisul Pecah, Pasca Reuni Akbar 2013

Mengisi cangkir berisi teh cammomile madu dengan air panas, membawa kenangan dua1468570_10202721367584387_1180930412_n bulan lalu, saat sms masuk ke Nokia butut. “Ry jadi panitia reuni akbar ya,” dikirimkan Saeful Bahri. Balasanku, gak mau! kamu ajah, cape!  Dibalas lagi smsku, udah ory ajah. Blas! sms tak digubris.

Dan aku pun terseret ke dalam kepanitia reuni akbar SMA Negeri Leuwiliang Bogor, tempat belajar, tempat latihan pramuka, latihan paskibra, dan ketemu pacar. Mmmmh! rapat pertama, kedua tak pernah hadir. Mencoba menghindar, tak mau sibuk, mau jadi tamu, duduk, ngobrol sama temen-temen lama. Dan nama ku muncul di laman facebook sebagai seksi acara. Hadooooh! jadilah tiap hari minggu rapat ikut menyiapkan reuni akbar SMA Negeri 1 Leuwiliang.  Satu persatu mengurai benang kusut dikepala.  Apa tujuan dari reuni akbar?  Banyak ide berkecamuk di otakku. Ah sudahlah, sebaiknya menjadi pendengar dari teman-teman yang hadir menjadi panitia. Jika diperlukan ide, baru nyamber. Itu niatnya.

Tidak mudah belajar menjadi pendengar, semua menuangkan ide. Bahkan soal penarikan iuran reuni pun menjadi polemik, sampai diputuskan setiap angkatan minimum menyumbang  2 juta rupiah. Dari 2 juta rupiah itu akan dibayarkan sewa tenda, bayar makanan, sound sytem dll. Kira-kira butuh dana 50 juta rupiah.

Continue reading

Kapan Kita Ketemu Lagi?

IMG_1709“Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh’” ucapan salam menggema dari dalam ruang kelas III A. Berseragam kaos olahraga warna kuning, merah maroon, anak-anak di dalam kelas hening setelah mengucapkan salam, menunggu balasan salam.

“Wa’alaikum salam warohmatullahi wabarokatuh, selamat siang anak-anak….” jawabku.

“Nama saya Irma Susilawati, panggil saya Ibu Irma. Kita buat kesepakatan ya anak-anak. Kalau Ibu bicara, anak-anak diam, mendengarkan. Kalau anak-anak bicara, Ibu Irma diam, mendengarkan, sepakat?” tanyaku menatap mereka, sambil berdo’a semoga tak ada keributan besar dan mampu mengatasi kejahilan murid-murid kelas III A.

Setelah sekian lama tidak bergulat dengan dunia anak-anak, akhirnya mendapat kesematan di Kelas Inspirasi Bogor, tepatnya bersama  12 orang dari kelompok 14, mendapat jatah mengajar di SD Nanggewer 01 – Cibinong, Bogor.

Continue reading

Menggalang Sekutu Media Rakyat

Malam hari, 14 September 2012,  peserta gerilya media (gerilyawan) dari berbagai daerah menikmati tontonan  film dokumenter Linimassa 2.  Film  ini lanjutan dari Linimassa I. Linimassa II  menceritakan peran masyarakat lokal tentang kejadian-kejadian yang terjadi di kota masing-masing dimana media mainstream tidak berimbang dalam memberitakannya.

Continue reading

Media Komunitas Untuk Apa, Untuk Siapa?

Combine Resource Institution (CRI) adalah mitra Ford Foundation di bidang media, berdomisili di Bantul, Yogyakarta.  Tanggal 14-15 September 2012, Combine menggelar kegiatan Gerilya  Media sebuah pertemuan penting para  pekerja media alias gerilyawan, baik media rakyat maupun arus utama (mainstream)  untuk mengupas siasat dan jurus pemanfaatan media untuk mendorong perubahan sosial.

Pertemuan ini dihadiri oleh para pegiat radio, televisi, media cetak, on-line, video,  juga individu dan lembaga yang memiliki perhatian besar pada isu-isu masyarakat akar rumput, seperti isu kesehatan, pendidikan, anggaran, lingkungan, advokasi dan gerakan masyarakat  yang berasal dari Padang, Jawa Barat, Jawa Timur, Lombok Utara, Sulawesi Tenggara.

Continue reading